Makna Kemerdekaan

Bebicara tentang KEMERDEKAAN, maka ada sebuah kisah yang sarat inspirasi bagi seluruh dunia, yaitu kisah sukses Nabi Muhammad dalam mengemban misi profetiknya di muka bumi yang seharusnya menjadi sumber ilham yang tak pernah habis bagi bangsa didunia untuk memaknai kemerdekaan secara lebih holistik dan integral.

Ketika diutus 14 abad yang lalu, Nabi Muhammad menghadapi sebuah masyarakat yang mengalami tiga penjajahan sekaligus: disorientasi hidup, penindasan ekonomi, dan kezaliman sosial. Disorientasi hidup diekspresikan dalam penyembahan patung oleh masyarakat Arab Quraisy. Muhammad berjuang keras mengajarkan kepada umat manusia untuk menyembah Allah dan meninggalkan ‘’tuhan-tuhan’’ yang menurunkan harkat dan derajat manusia. Penindasan ekonomi dilukiskan sebagai sesuatu yang membuat kekayaan hanya berputar pada kelompok-kelompok tertentu saja. Muhammad mengkritik orang-orang yang mengumpulkan dan menghitung-hitung harta tanpa memedulikan kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi. Muhammad mengkampanyekan pembebasan budak, kesetaraan laki-laki dan perempuan, dan kesederajatan bangsa-bangsa. Dalam khutbah terakhirnya di Arafah, saat haji wada, beliau menegaskan bahwa tak ada perbedaan antara hitam dan putih, antara Arab dan non-Arab. Semuanya sama di mata Tuhan. Tidak ada celah yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya, kecuali tingkat ketakwaan mereka kepada Tuhan-Nya. 

Alangkah indahnya jika bangsa Indonesia mampu memaknai kemerdekaannya seperti yang diilhamkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rakyat merasakan kemerdekaan ekonominya dan meraih kesejahteraan bersama. Tidak ada lagi kecurangan ekonomi, baik oleh pihak pribumi maupun pihak asing. Seluruh warga negara Indonesia sama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. Tidak ada lagi tawar menawar hukum dan perlakuan istimewa bagi kaum berduit dalam proses peradilan. 

Apa makna kemerdekaan bagi rakyat Indonesia merupakan tugas para generasi setelahnya untuk menjawabnya. Karena didalam Pembukaan UUD 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah pintu gerbang menuju cita-cita kebangsaan. Maka, sejauh mana kontribusi dan dedikasi generasi-generasi bangsa ini akan menetukan kemerdekaan seperti apa yang akan dirasakan oleh segenap rakyat Indonesia. 

Apa makna kemerdekaan bagi kita? Sebagai seorang mahasiswa yang menjadi bagian dari bangsa ini, seharusnya momentum Peringatan Kemerdekaan RI tidak dimaknai secara dangkal atau hanya sekadar rutinitas tahunan belaka. Akan tetapi dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang bersejarah itu. Mahasiswa seharusnya dapat mengambil inspirasi dari Peristiwa ini. Enam Puluh Empat tahun sudah kita telah menikmati apa yang namanya kemerdekaan, sebuah kondisi dimana sebuah bangsa dan seluruh elemen yang ada didalamnya dapat berdiri sendiri dan bebas dari seluruh penjajahan yang selama itu membelenggunya. Maka, seharusnya Mahasiswa memilki sense of crisis terhadap permasalahan-permasalahan yang dialami oleh bangsanya. Muncul keinginan untuk berkontribusi bagi bangsanya dan bergerak untuk menuntaskan persoalan-persoalan itu. 

Bersatulah Indonesiaku tak peduli engkau suku, ras, agama, budaya apapun. Mari kita bangun Indonesia ini menuju kesejahteraan sosial dan persatuan Indonesia yang berkeTuhanan Yang Maha Esa dengan dilandasi oleh semangat bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah untuk Kemanusiaan yang Adil dan beradab. Dirgahayu Republik Indonesia !!!

Yogyakarta, Agustus 2009
Reactions: 

0 comments: